Yamaha Racing Indonesia Raih Kemenangan dan Podium di ARRC Mandalika 2026
Mataram, 10 Agustus 2026 – Yamaha Racing Indonesia menyabet hasil positif pada gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 Round 4 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tampil di home race, Yamaha Racing Indonesia berhasil mengunci kemenangan perdananya musim ini bersama Wahyu Nugroho pada Race 1 di hari Sabtu (8/8).
Kemenangan Wahyu Nugroho menjadi salah satu kemenangan bersejarah musim ini. Setelah tampil kompetitif sejak kualifikasi di hari Jumat, Wahyu mampu menjalankan strategi balap dengan konsisten hingga menang di Race 1. Hasil ini sekaligus memperkuat konsistensinya dalam persaingan championship Supersport 600 (SS600) tahun ini. Torehan positif ingin dipertahankan Wahyu Nugroho pada Race 2. Ketatnya persaingan dan tantangan suhu panas yang lebih ekstrem di hari Minggu memaksanya untuk harus finish di posisi 4.
Rekan setim Wahyu Nugroho, M Faerozi juga terus menunjukkan perkembangan positif dalam proses menemukan gaya balap terbaiknya. Meski harus finish di P7 di Race 1 dan harus finish di P6 di Race 2, namun home race Mandalika tetap menjadi momentum terbaik baginya untuk terus beradaptasi dengan berbagai tantangan yang datang sepanjang tahun ini.
Secara spesial, dalam perhelatan ARRC Mandalika tahun ini, Arai Agaska yang kini berkiprah di ajang World Sportbike (WSPB) mendapatkan pengalaman berharga setelah tampil sebagai wildcard di kelas SS600. Meski juga harus puas finish di P5 pada Race 1 dan P8 pada Race 2, namun kesempatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk proses pembelajarannya demi meningkatkan kapabilitasnya tampil di World Sportbike.
Hasil round 4 ARRC Mandalika menambah poin bagi Wahyu Nugroho yang tetap di posisi 4 klasemen sementara mengemas 96 poin. Lalu M Faerozi naik satu peringkat di posisi 9 mengoleksi 54 poin.
Podium Perdana Fadhil Musyavi
Momentum positif Yamaha Racing Indonesia juga hadir di kelas Asia Production 250 (AP250) melalui Fadhil Musyavi. Memulai Race 2 di hari MInggu (9/8) dari posisi sulit, yakni grid ke-11, Musyavi mampu meningkatkan ritme balap secara agresif dan bertahap hingga berhasil finis dan mengamankan poin positif
di posisi ketiga. Hasil tersebut menjadi podium perdana Musyavi di ajang ARRC musim ini, sekaligus jadi milestone penting baginya setelah harus puas finish di posisi ke-13 pada Race 1 di hari Sabtu.
Hasil kurang beruntung dialami oleh Candra Hernawan pada Race 2 di hari Minggu. Setelah berjuang mempertahankan performanya di Race 1 dengan finish di posisi 4, namun di Race 2 Candra harus mengakhiri performa terbaiknya setelah mengalami crash menjelang final lap. Hasil tersebut menjadi evaluasi untuk memperbaiki gaya balap sekaligus strategi menghadapi balap pada seri berikutnya.
“Home Race tahun ini memberikan banyak pembelajaran bagi kami. Setiap rider terus berkembang dalam menemukan strategi dan beradaptasi selama balapan. Wahyu berhasil meraih kemenangan perdana dan menjaga konsistensinya di championship, Fadhil juga bisa meraih podium pertamanya musim ini di P3, Faerozi semakin menemukan gaya balapnya, sementara Arai mendapatkan pengalaman penting melalui wildcard. Hasil Race 2 Candra juga menjadi evaluasi untuk seri berikutnya. Championship tinggal tersisa 2 seri, sehingga konsistensi, adaptasi, dan eksekusi strategi akan menjadi kunci penting untuk terus bertumbuh lebih baik. Hasil positif di Mandalika menjadi motivasi kami untuk menjaga tren positif, mempertahankan peluang di championship, serta menjaga performa hingga akhir musim 2026,” ujar Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Kelima rider Yamaha Racing Indonesia mengungkapkan perolehan di seri 4 ARRC Mandalika memberikan kesan tersendiri dan evaluasi berharga buat musim ini.
Wahyu Nugroho
"Mendapatkan kemenangan perdana di SS600 dan balapan home race musim ini, terasa sangat spesial bagi saya. Memulai race di posisi kedua jadi salah satu milestone yang ingin terus saya jaga secara konsisten hingga akhir kompetisi ini. Saya akan terus berjuang hingga akhir musim dan optimis untuk raih gelar championships."
M Faerozi
"Saya merasa ada perkembangan positif di seri kali ini. Saya terus berusaha menemukan gaya balap yang paling sesuai dan memahami bagaimana memaksimalkan performa motor. Hasilnya memang masih belum sesuai harapan, tetapi saya semakin memahami apa yang harus diperbaiki di seri berikutnya."
Arai Agaska
"Tampil sebagai wildcard di ARRC di tanah sendiri, jadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya dapat banyak pembelajaran menggeber big bike di level internasional guna support performa di World Superbike. Saya harap, kesempatan ini meningkatkan kemampuan saya di ajang dunia.”
Candra Hernawan
"Saya cukup kecewa karena belum bisa memberikan podium di home race kali ini, setelah finish di P4 pada race pertama, namun saya tidak bisa melanjutkan momentum tersebut pada Race 2 , dengan mengalami Crash saat berebut posisi 3 menjelang final lap. Saya akan belajar dari hasil ini dan mempersiapkan diri lebih baik untuk seri berikutnya."
Fadhil Musyavi
"Saya bersyukur bisa mendapatkan podium perdana di musim ini, P3 di home race. Meski harus start dari grid 11 tetapi saya mencoba untuk selalu fokus. Saya masih harus memperbaiki strategi, terutama dalam mengeksekusi performa di lap-lap akhir. Podium ini jadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang lebih baik."
Wahyu Nugroho Raih Kemenangan Perdana SS600 ARRC 2026 di Mandalika
Lombok, 9 Agustus 2026 – Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Nugroho, sukses mencatatkan kemenangan perdana di kelas SuperSport 600cc (SS600) Asia Road Racing Championship (ARRC) setelah menjadi juara pertama pada Race 1 Round 4 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8). Bermula dari grid ke-3, Wahyu tampil konsisten dan mampu mengatasi persaingan ketat para pembalap Asia, termasuk Malaysia dan Thailand, hingga akhirnya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di podium tertinggi.
Kemenangan ini menjadi pencapaian spesial bagi Wahyu karena telah melalui proses yang panjang dan evaluasi bersama Yamaha Racing Indonesia (YRI) dari beberapa round sebelumnya untuk bisa menjadi juara dan memperbesar peluang Wahyu Nugroho untuk menembus posisi Top 5 klasemen sementara ARRC 2026.
“Kemenangan ini sangat spesial karena akhirnya saya bisa pecah telor dan mendapatkan juara satu di kelas SS600 dan sedari awal saya terus berusaha menjaga pace supaya tetap konsisten dari lap pertama sampai terakhir serta tetap fokus dan percaya diri dengan kecepatan saya, jadi sebisa mungkin tidak membuat kesalahan dan terus menjaga ritme sampai lap terakhir dan Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana dan akhirnya kami bisa meraih kemenangan ini,” ujar Wahyu Nugroho, pembalap Yamaha Racing Indonesia.
Selain membuktikan kemampuan pembalap, penampilan apik selama 12 laps yang membawa kemenangan, ini juga membuktikan perkembangan dan improvement nyata tim Yamaha Racing Indonesia dari tahun ke tahun karena di ARRC Mandalika tahun 2025, Yamaha Racing Indonesia mendapatkan podium 2 oleh Wahyu Nugroho dan podium 3 oleh M. Faerozi Toreqottullah.
“Ini merupakan bagian dari strategi dan hasil evaluasi kami dari round-round sebelumnya karena kami terus melihat apa yang perlu ditingkatkan dan menerapkannya mulai dari saat free practice, kualifikasi, sampai Race 1 dan hasil hari ini tentu sangat memuaskan dan sangat positif, tapi kami tidak ingin cepat puas karena masih ada Race 2 sehingga kami akan tetap kembali melakukan evaluasi dan fokus mempersiapkan semuanya agar bisa mendapatkan hasil terbaik di race berikutnya,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Kemenangan perdana di SS600 ini menjadi momentum penting bagi Wahyu Nugroho dan Yamaha Racing Indonesia. Dengan Indonesia Raya yang berkumandang di podium tertinggi ARRC Mandalika, Wahyu membawa modal kepercayaan diri positif untuk kembali menghadapi Race 2 dan melanjutkan perjuangan di pentas balap Asia.
5 Modifikasi Yamaha Grand Filano Hybrid Terbaik di Classy Modifest 2026
Jakarta, 8 Agustus 2026 – Kreativitas anak muda Indonesia memang selalu sukses mencuri perhatian lewat karya-karya indahnya yang memukau, salah satunya adalah dengan ragam modifikasi yang dihadirkan lewat acara Classy Modifest yang resmi berakhir di kota Istimewa, Yogyakarta pada akhir bulan Juni. Dari total ribuan peserta Classy Modifest yang telah diselenggarakan di 5 kota besar Indonesia, terdapat 5 skutik Grand Filano Hybrid juga yang berhasil memikat para juri dan sukses menyabet predikat Best of The Best Modification yang tentu saja merupakan karya-karya terbaik mulai dari segi konsep desain hingga tambahan part modifikasi yang sangat selaras.
Desain dan dimensi Grand Filano Hybrid yang sangat mudah untuk dimodifikasi oleh pengendaranya yang didominasi anak muda ini tentu saja melahirkan beragam tema dan konsep modifikasi yang sukses menyandang gelar tersebut, mulai dari bergaya Urban Rally, Rock and Roll, Racing, Royal Heritage, hingga bertema Kartun Animasi Cilik. Juara Best of The Best ini bukan secara cuma-Cuma atau tanpa alasan diberikan kepada modifikasi tersebut, tetapi modifikasinya dinilai sangat detail, orisinal, dan memiliki eksekusi teknis yang tinggi oleh Juri dan pastinya sebagai bentuk apresiasi Yamaha Indonesia terhadap para pemilik Grand Filano Hybrid modifikasi tersebut.
“Ajang Classy Modifest tahun ini kembali membuktikan bahwa skutik Classy Yamaha selalu dipilih anak muda untuk menjadi sarana berkreasi sesuai dengan gaya dan kesenangannya masing-masing, dan di tahun 2026 aktivitas ini membuktikan bahwa para pengendara Grand Filano Hybrid jupga unya antusiasme sangat tinggi terhadap dunia modifikasi, terlihat lewat ragam modifikasi outstanding dan eye catchy yang dipamerkan di setiap kotanya dan sebagai bentuk apresiasi, Yamaha juga memberikan gelar Best of The Best Modification kepada salah satu Grand Filano Hybrid modifikasi dari masing-masing kota dengan tema modifikasi yang berbeda-beda dan menarik untuk dijadikan inspirasi modifikasi,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)
Urban Rally - Juara dari Makassar
Karya milik seorang laki-laki asal Makassar bernama Irmansyah Nurdin ini mengemas konsep rally tapi tetap terlihat simpel dan rapih karena terlihat dari kombinasi block warna merah dan putih yang kontras serta dipadu dengan stripping oranye tipis-tipis di bagian body samping dan tampak depan serta penambahan angka “5” dengan font ala balapan mempertegas konsepnya. Karakternya juga diperkuat berkat velg wheeldop dan knalpot custom berbahan stainless yang membuat area belakang tampak lebih proper.
Rock and Roll - Juara dari Surabaya
Garapan Christian Bobby Chandra (@tian_b.c) ini mengusung nuansa rock atau bergaya metal yang kental lewat dominasi warna hitam pada bodi dan identitas aliran musik tersebut terlihat lewat grafis white flame atau dekal api putih di area bodi samping bawah. Sedangkan di bagian depan, terpasang cover lampu berdesain checkerboard hitam-putih dan diselaraskan dengan aksen warna chrome pada velg, suspensi depan, hingga knalpot berwarna putih dan metal yang membuat vibes rocknya semakin terasa.
Donald Duck Sport – Juara dari Bali
Berbeda dari jawara dari kota-kota lain, kreator muda asal Pulau Dewata bernama I Kadek Gunawa ini berhasil menyulap livery skutik Grand Filano Hybrid menjadi bertema animasi kartun anak kecil yaitu Donald Duck dengan kombinasi warna cerah biru dan kuning. Akan tetapi, uniknya modifikasi motor ini dikombinasikan dengan ala sporty karena terdapat part modifikasi bergaya balap seperti velg palang berwarna emas, knalpot racing, aksen serat karbon pada area dek kaki hingga cover CVT.
Racing Look – Juara dari Jawa Tengah
Mengikuti tren modifikasi skutik, pria dari Team Blastoise atau modifikator asal Jawa Tengah bernama Enggarino Diambona ini memodifikasi Grand Filano dengan menggabungkan estetika Japanese Art dengan racing look. Bodi dari skutik dengan julukan Filantoise ini tampil memukau lewat balutan grafis bermotif ombak, bunga sakura, hingga ilustrasi Daruma dan kucing keberuntungan, yaitu Maneki-neko. Konsep tersebutkan dipadukan dengan velg multi-spoke berwarna emas, suspensi belakang, serta sistem pengereman yang sudah diupgrade sehingga aura racingnya semakin kuat.
Royal Heritage Mooneyes – Juara dari Bandung
Pemenang gelar dari Kota Kembang ini memancarkan kemewahan ala Royal Emperor lewat kombinasi yang elegan antara bodi hitam glowing dengan aksen kuning keemasan yang kontras dan tampilannya semakin mewah. Dengan sentuhan pinstriping rumit serta pemilihan font tipografi bergaya klasik yang anggun di beberapa titik bodi memberikan kesan megah dan elegan serta identitas modifikasi ala Mooneyes juga terlihat lewat slogan “Go! With Moon!!” di dek kaki.
Grand Filano Hybrid
Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional serta menjadi motor paling irit di kelasnya yaitu mencapai 60,1 km/liter.** Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain klasik yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara. Grand Filano Hybrid tersedia dalam 2 varian, varian Hybrid Neo yang memiliki 4 pilihan warna kalcer yaitu Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White dipasarkan dengan harga Rp 28.665.000* dan varian Hybrid Lux hadir dengan 2 pilihan warna stylish yaitu Royal Iron dan Magma Black yang harganya dibandrol Rp 29.145.000*.
*Harga rekomendasi OTR Jakarta
**Hasil pengujian oleh World Motorcycle Test Cycle (WMTC)