Yamaha Luncurkan Aplikasi Y-ON, Hub Digital yang Berikan Pengalaman Berkendara Lebih Menyenangkan Kepada Konsumen
Jakarta, 11 April 2026 – Ditengah perubahan teknologi dan gaya hidup yang terus berkembang cepat, Yamaha senantiasa melakukan gebrakan inovasi yang berfokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman berkendara kepada konsumen. Tidak hanya sebatas peluncuran produk-produk anyar, aksi inovasi yang dilakukan Yamaha juga dilakukan melalui penetrasi digital dengan meluncurkan aplikasi baru bernama Yamaha Motor ON (Y-ON), yang telah resmi tersedia pada bulan April tahun ini.
Aplikasi Y-ON sendiri merupakan “Digital Hub” yang dirancang untuk menggabungkan fungsi berbagai aplikasi Yamaha yang telah eksis sebelumnya, yaitu Y-Connect, My Yamaha Motor, dan juga E-Catalogue, sehingga menjadi one stop solution yang semakin mempermudah konsumen mendapatkan informasi, layanan dan pengalaman baru bersama Yamaha.
“Yamaha secara konsisten menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, baik melalui produk maupun layanan. Kehadiran aplikasi Y-ON sebagai Digital Hub merupakan langkah strategis kami dalam mengintegrasikan berbagai layanan digital Yamaha menjadi satu ekosistem terpadu yang praktis dan terpersonalisasi, sehingga konsumen dapat menikmati kemudahan akses serta pengalaman yang lebih optimal bersama Brand Yamaha,” ungkap Adita, Manager Digital Customer eXperience, PT Yamaha Indonesia motor Mfg.
Pada tahap awal, Y-ON akan mengintegrasikan aplikasi Y-Connect terlebih dahulu ke dalam platform digital-nya yang diikuti dengan pembaruan tampilan serta fitur. Secara update tampilan, Y-ON kini mengelompokan fitur-fitur kedalam 4 kategori yang meliputi Home, Ride, Memories, dan Account. Pengategorian ini dilakukan dengan mempertimbangkan skenario penggunaan user agar mempermudah pemahanan dan pengalaman mereka.
Bagian Home juga ditingkatkan secara signifikan guna memberikan akses yang lebih cepat ke fitur utama atau favorit melalui fungsi Widget, Recently Used Features dan Global Navgation yang terdapat di bagian bawah.Sementara dari sisi fitur, jika sebelumnya Y-Connect memiliki 9 fungsi fitur, pada Y-ON bertambah menjadi 12 dengan tambahan Multi Kendaraan, Perawatan, dan Statistik Pengguna. Adapun detail rinciannya sebagai berikut :
No.
Nama Fitur
Status
Y-ON
Y-Connect
1
Kondisi Oli & Baterai
√
√
2
Riwayat Konsumsi BBM
√
√
3
Lokasi Parkir Terakhir Saat Terhubung
√
√
4
Ranking Berkendara
√
√
5
Riding Log
√
√
6
Notifikasi
√
√
7
Revs Dashboard
√
√
8
Navigasi
√
√
9
Pom Bensin Terdekat
√
√
10
Multi Kendaraan (Baru)
√
-
11
Perawatan / Maintenance (Baru)
√
-
12
Statistik Pengguna (Baru)
√
-
Penjelasan Fitur Baru
Salah satu fitur baru yang tersedia pada Y-ON adalah Multi Kendaraan yang membuat pengguna bisa mendaftarkan lebih dari 1 motor pada aplikasi tanpa adanya jumlah batas. Selain itu melakukan peralihan ke sepeda motor lain kini juga bisa dilakukan tanpa harus pairing ulang terlebih dahulu sehingga lebih mudah dan praktis.
Sementara terkait fitur Perawatan atau Maintenance, memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi pengingat servis, dalam hal pengecekan atau penggantian part berdasarkan jarak tempuh maupun periode waktu yang diatur secara mandiri (kustomisasi). Jika telah melakukan perawatan di bengkel resmi, service record pun juga akan tersimpan di dalam aplikasi.
Lalu untuk Statistik Pengguna, menyajikan ringkasan informasi perihal jarak tempuh perjalanan, rata-rata efisiensi bahan bakar, waktu perjalanan, dan konsumsi bahan bakar secara total. Seluruh data-data tersebut akan diakumulasi dan ditampilkan dalam bentuk visual garfik serta tabel, bahkan rentang waktunya-pun bisa diatur berdasarkan bulan atau tahun.
Pengembangan Berkelanjutan
Sebagai Digital Hub, aplikasi Y-ON akan terus diintegrasikan dengan berbagai aplikasi Yamaha lainnya secara bertahap dan mendapat sentuhan pembaruan agar terus dapat menjawab kebutuhan berkendara konsumen dari waktu ke waktu. Berikut adalah link untuk mengunduh aplikasi Y-ON :
PlayStore : Yamaha Motor On - Apps on Google Play
AppStore : Yamaha Motor On App - App Store
Bidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal
Kuartet rider Yamaha Racing Indonesia telah bersiap mengawali perjalanan di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Fokus dimulai pada putaran pertama yang bergulir 10-12 April di sirkuit Sepang Malaysia, membidik kemenangan race pada dua kelas yang diikuti. Di trek yang sudah sangat familiar itu, para pembalap Yamaha Racing Indonesia berharap tampil maksimal menggeber YZF-R6 dan YZF-R3.
Wahyu Nugroho dan M Faerozi bertarung di kelas SS600, sedangkan Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi berkompetisi di AP250. Perolehan positif termasuk memenangi race dan podium dicapai di Sepang saat ARRC. Prestasi terbaik Wahyu Nugroho di ARRC Sepang adalah posisi ke-4 yang diraih musim lalu. Lalu M Faerozi punya memori manis podium 1 ketika berlaga di AP250 ARRC 2024, dan urutan 5 SS600 tahun 2025. Kesuksesan juga diperoleh duo rookie ARRC 2025, Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi yang menyabet double podium AP250 di Sepang. Performa mumpuni membawa Candra Hermawan menjuarai race dan Muhammad Fadhil Musyavi podium 3.
Baca Juga: Bersejarah di Mandalika, Double Podium Perdana SS600 Yamaha Racing Indonesia di ARRC !
Tim Yamaha Racing Indonesia bertekad menggebrak lagi pada permulaan jadwal balap periode ini. ”Kami ambil bagian lagi di kejuaraan bergengsi ARRC, dengan kerjasama yang solid dan optimisme menargetkan memenangi race SS600 dan AP250. Semoga akhir pekan ini berjalan mulus sehingga dapat mewujudkan harapan kami membawa pulang hasil maksimal. Para pembalap memiliki spirit tinggi untuk berjuang mencatatkan prestasi di round 1 Sepang, yang akan mendongkrak motivasi dalam perjalanan musim ini,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Melihat result akhir ARRC 2025, Wahyu Nugroho menempati peringkat 4 dan M Faerozi posisi 12 SS600. Keduanya sukses mengukir podium ganda di seri Mandalika, dimana Wahyu Nugroho mendapatkannya setelah mencetak pole position. Deretan podium lainnya juga ditorehkan Wahyu Nugroho di Buriram dan Motegi, sehingga total ada 4 podium diraih Yamaha Racing Indonesia.
Di kelas AP250 Candra Hermawan yang juga mampu naik podium di Buriram dan Motegi, menyempurnakannya dengan kemenangan di seri 5 Sepang. Dia berada di urutan 5 klasemen akhir dan Muhammad Fadhil Musyavi nomor 18 dari hasil balapan 4 seri dari 6 seri yang dilombakan. Ada 4 podium dikoleksi Yamaha Racing Indonesia di AP250.
Baca Juga: Double Podium Lagi, Rookie Tim Yamaha Racing Indonesia Melesat di ARRC Sepang
Di 2026 ini empat rider Yamaha Racing Indonesia berkeinginan kuat merealisasikan misi guna menggapai peningkatan output sebagai tanda keberhasilan, yang diawali dari putaran pembuka di Sepang.
Wahyu Nugroho
Balapan ARRC akan segera dimulai di Sepang, saya berharap musim ini bisa improve dibandingkan tahun lalu. Saya ingin ada peningkatan pencapaian sampai memenangi race di Sepang. Support tim dan performa motor menjadi faktor penting membantu saya agar mendapatkan result optimal pada tiap seri.
M Faerozi
Saya selalu suka race di Sepang karena sangat familiar dan punya memori manis podium di sirkuit itu. Kali ini saya harap bisa terulang kembali sebagai tanda positif yang menjanjikan untuk memulai musim ini. Saya pun tengah berada dalam kondisi terbaik dan tak sabar buat balapan.
Candra Hermawan
Balapan di Sepang terasa spesial karena tahun lalu di full musim pertama saya, hasilnya mampu menjuarai race di sana. Tentunya jadi motivasi tambahan makin percaya diri bisa memperoleh kemenangan lagi. Semoga langkah awal di Sepang memberikan kesuksesan dalam perjalanan musim ini.
Muhammad Fadhil Musyavi
Seri Sepang tahun lalu tak terlupakan, rasanya senang sekali saya bisa naik podium 3. Supaya bisa mendapatkan podium lagi, saya akan berupaya semaksimal mungkin dan mudah-mudahan tidak ada kendala saat balapan. Result yang optimal akan sangat berarti untuk menatap seri-seri berikutnya di tahun ini.
Baca Juga: Perolehan Positif Yamaha Racing Indonesia, Tuai Perubahan Signifikan di ARRC 2025
Jangan ketinggalan, saksikan siaran live Asia Road Racing Championship di YouTube @AsiaRoadRacingChampionship
Jadwal Seri 1 ARRC, Sepang Malaysia
Jumat 10 April
AP250
Practice 1 : 08:10 – 08:40 WIB
Practice 2 : 10:50 – 11:20 WIB
Practice 3 : 14:30 – 15:00 WIB
SS600
Practice 1 : 08:50 – 09:20 WIB
Practice 2 : 11:30 – 12:00 WIB
Practice 3 : 15:10 – 15:40 WIB
Sabtu 11 April
AP250
Kualifikasi : 08:30 – 09:00 WIB
Race 1 : 13:10 WIB
SS600
Kualifikasi : 09:10 – 09:40 WIB
Race 1 : 14:00 WIB
Minggu 12 April
AP250
Race 2 : 13:10 WIB
SS600
Race 2 : 14:00 WIB
YECVT: Saat Yamaha NMAX Turbo Mendefinisikan Ulang Pengalaman Berkendara Motor Matic 155cc
Selama lebih dari dua dekade, cara kerja motor matic tidak banyak berubah. CVT konvensional mengandalkan komponen mekanis yang bergerak mengikuti putaran mesin, semakin tinggi putaran, semakin komponen itu bergerak dan mengubah rasio transmisi secara otomatis. Sistem ini terbukti andal, tapi punya satu keterbatasan mendasar: respons tenaga ditentukan oleh putaran mesin, bukan oleh kebutuhan pengendara.
Yamaha NMAX Turbo mengubah logika itu sepenuhnya dengan YECVT, Yamaha Electric CVT.
Apa yang Membuat YECVT Berbeda?
CVT konvensional bekerja secara mekanis murni. Rasio transmisi berubah mengikuti hukum fisika, tidak bisa diprogram, tidak bisa disesuaikan, dan tidak bisa merespons preferensi pengendara.
YECVT menggantikan mekanisme mekanis itu dengan aktuator elektrik yang dikontrol secara elektronik. Artinya, perpindahan rasio transmisi kini ditentukan oleh sinyal elektronik yang bisa dioptimalkan secara real-time sesuai kondisi berkendara.
Ada tiga perubahan yang langsung dirasakan pengendara:
Respons yang lebih spontan. CVT konvensional punya jeda antara bukaan gas dan respons tenaga. Fenomena yang sering disebut rubber band effect. YECVT menghilangkan jeda itu. Karena aktuator elektrik bereaksi jauh lebih cepat dari mekanisme berbasis putaran mesin, tenaga tersalur hampir seketika begitu gas dibuka.
Karakter berkendara yang bisa diatur. Dengan CVT konvensional, pengendara tidak punya pilihan. Satu karakter berkendara untuk semua situasi. YECVT memungkinkan motor tampil dengan dua karakter berbeda melalui T-Mode dan S-Mode, ditambah tiga level akselerasi tambahan lewat Y-Shift. Tingkat personalisasi seperti ini sebelumnya tidak ada di kelas matic 155cc.
Efisiensi yang lebih terukur. Karena rasio transmisi dikontrol secara elektronik, YECVT dapat mengoptimalkan penyaluran tenaga agar mesin selalu bekerja di titik efisiensi terbaik, tidak ada tenaga yang terbuang karena respons yang terlambat atau berlebihan.
T-Mode, S-Mode, dan Y-Shift: Satu Teknologi, Tiga Fitur
YECVT adalah fondasi yang memungkinkan tiga fitur berkendara NMAX Turbo bisa hadir dalam satu motor.
T-Mode (Town Commuting) mengoptimalkan YECVT untuk efisiensi dan kenyamanan. Tenaga disalurkan dengan karakter yang halus dan progresif. Ideal untuk lalu lintas kota yang padat dan perjalanan harian di mana kenyamanan lebih diutamakan dari kecepatan respons.
S-Mode (Sport Touring) mengubah karakteristik YECVT agar lebih agresif dan responsif. Putaran mesin dijaga di level lebih tinggi, memberikan tenaga yang lebih siap saat dibutuhkan. Cocok untuk perjalanan antarkota, menyalip kendaraan, atau saat pengendara menginginkan feel yang lebih sporty.
Y-Shift adalah lapisan ketiga di atas dua mode tersebut. Fitur ini hanya bisa ada karena transmisi dikontrol secara elektronik. Dengan menekan tombol Y-Shift, pengendara mendapat tiga level respons tambahan (Low, Medium, High) yang bisa diaktifkan sesuai kebutuhan momen. Tidak ada motor matic 155cc lain di Indonesia yang menawarkan tingkat kendali seperti ini atas karakter transmisinya.
Mengapa Ini Penting untuk Konteks Indonesia?
Indonesia punya salah satu kondisi lalu lintas paling beragam di dunia. Dari kemacetan kota besar hingga jalur pegunungan, dari jalan tol mulus hingga jalan desa yang tidak rata. Motor yang ideal untuk kondisi ini bukan motor dengan satu karakter berkendara yang dikompromikan untuk semua situasi.
YECVT memungkinkan NMAX Turbo menjadi motor yang berbeda karakter di situasi yang berbeda. Bukan pengendara yang harus menyesuaikan diri dengan motor, tetapi motor yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengendara.
Itulah pergeseran paradigma yang sesungguhnya di kategori matic 155cc.
YECVT dan Nilai Jangka Panjang
Teknologi elektrik punya satu keunggulan struktural dibanding mekanis: lebih sedikit komponen yang bergerak secara fisik berarti lebih sedikit titik keausan. CVT konvensional memerlukan penggantian komponen secara berkala karena gesekan yang terjadi setiap kali motor digunakan. YECVT dengan aktuator elektriknya memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal pola perawatan jangka panjang.
Bagi pemilik yang mempertimbangkan total biaya kepemilikan selain harga beli, ini adalah faktor lain dari YECVT yang layak diperhitungkan.
Baca juga artikel lainnya: Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu YECVT dan apa bedanya dengan CVT biasa?
YECVT atau Yamaha Electric CVT menggantikan mekanisme transmisi konvensional berbasis komponen mekanis dengan aktuator elektrik yang dikontrol secara elektronik. Hasilnya: respons tenaga lebih spontan, karakter berkendara bisa disesuaikan lewat mode berkendara, dan efisiensi penyaluran tenaga lebih terukur.
Apakah YECVT hanya ada di Yamaha NMAX Turbo?
Di kelas matic 155cc Indonesia, saat ini YECVT adalah teknologi eksklusif yang hanya dimiliki oleh Yamaha, NMAX Turbo dan Aerox Turbo. Selain Yamaha, tidak ada brand motor lain di segmen ini yang menggunakan sistem transmisi berbasis aktuator elektrik dengan kemampuan personalisasi setara.
Apa hubungan antara YECVT dan Y-Shift?
Y-Shift hanya bisa ada karena YECVT. Sistem transmisi elektrik memungkinkan pengendara mengontrol karakteristik respons transmisi secara real-time, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan pada CVT konvensional yang sepenuhnya mekanis.
Apakah YECVT memengaruhi efisiensi bahan bakar?
Ya. Karena rasio transmisi dikontrol secara elektronik dan dapat dioptimalkan sesuai mode berkendara, YECVT memungkinkan mesin bekerja di titik efisiensi terbaik sesuai situasi, terutama terasa saat menggunakan T-Mode untuk perjalanan harian di kota.
Apakah ada perbedaan perawatan antara YECVT dan CVT konvensional?
YECVT memiliki karakteristik perawatan yang berbeda karena menggantikan komponen mekanis yang rentan aus dengan aktuator elektrik. Untuk informasi perawatan yang spesifik, disarankan berkonsultasi langsung dengan mekanik di jaringan resmi bengkel Yamaha.
Dari Transmisi ke Filosofi Berkendara
YECVT bukan sekadar pembaruan teknis pada sistem transmisi. Ini adalah pernyataan tentang ke mana arah pengembangan motor matic seharusnya berjalan. Pengembangan teknologi harusnya semakin memahami pengguna, bukan sekadar menggantikan komponen mekanis yang lebih murah.
Yamaha NMAX Turbo adalah motor pertama di kelas 155cc Indonesia yang membuktikan bahwa filosofi itu bisa diwujudkan dalam produk yang nyata. Yang bisa dimiliki, dikendarai, dan dirasakan manfaatnya setiap hari.
YECVT bukan gambaran masa depan motor matic 155cc. Ia sudah hadir sekarang.