Product

Dealer

Credit

Konsultasi

Service

PRODUCT CATEGORY

PRODUCTS
banner
img
img
img
img
img
img
banner

LATEST UPDATE

Bidik Kemenangan di ARRC Sepang, Yamaha Racing Indonesia Siap Tampil Maksimal

Kuartet rider Yamaha Racing Indonesia telah bersiap mengawali perjalanan di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Fokus dimulai pada putaran pertama yang bergulir 10-12 April di sirkuit Sepang Malaysia, membidik kemenangan race pada dua kelas yang diikuti. Di trek yang sudah sangat familiar itu, para pembalap Yamaha Racing Indonesia berharap tampil maksimal menggeber YZF-R6 dan YZF-R3. Wahyu Nugroho dan M Faerozi bertarung di kelas SS600, sedangkan Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi berkompetisi di AP250. Perolehan positif termasuk memenangi race dan podium dicapai di Sepang saat ARRC. Prestasi terbaik Wahyu Nugroho di ARRC Sepang adalah posisi ke-4 yang diraih musim lalu. Lalu M Faerozi punya memori manis podium 1 ketika berlaga di AP250 ARRC 2024, dan urutan 5 SS600 tahun 2025. Kesuksesan juga diperoleh duo rookie ARRC 2025, Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi yang menyabet double podium AP250 di Sepang. Performa mumpuni membawa Candra Hermawan menjuarai race dan Muhammad Fadhil Musyavi podium 3.   Baca Juga: Bersejarah di Mandalika, Double Podium Perdana SS600 Yamaha Racing Indonesia di ARRC ! Tim Yamaha Racing Indonesia bertekad menggebrak lagi pada permulaan jadwal balap periode ini. ”Kami ambil bagian lagi di kejuaraan bergengsi ARRC, dengan kerjasama yang solid dan optimisme menargetkan memenangi race SS600 dan AP250. Semoga akhir pekan ini berjalan mulus sehingga dapat mewujudkan harapan kami membawa pulang hasil maksimal. Para pembalap memiliki spirit tinggi untuk berjuang mencatatkan prestasi di round 1 Sepang, yang akan mendongkrak motivasi dalam perjalanan musim ini,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Melihat result akhir ARRC 2025, Wahyu Nugroho menempati peringkat 4 dan M Faerozi posisi 12 SS600. Keduanya sukses mengukir podium ganda di seri Mandalika, dimana Wahyu Nugroho mendapatkannya setelah mencetak pole position. Deretan podium lainnya juga ditorehkan Wahyu Nugroho di Buriram dan Motegi, sehingga total ada 4 podium diraih Yamaha Racing Indonesia. Di kelas AP250 Candra Hermawan yang juga mampu naik podium di Buriram dan Motegi, menyempurnakannya dengan kemenangan di seri 5 Sepang. Dia berada di urutan 5 klasemen akhir dan Muhammad Fadhil Musyavi nomor 18 dari hasil balapan 4 seri dari 6 seri yang dilombakan. Ada 4 podium dikoleksi Yamaha Racing Indonesia di AP250. Baca Juga: Double Podium Lagi, Rookie Tim Yamaha Racing Indonesia Melesat di ARRC Sepang Di 2026 ini empat rider Yamaha Racing Indonesia berkeinginan kuat merealisasikan misi guna menggapai peningkatan output sebagai tanda keberhasilan, yang diawali dari putaran pembuka di Sepang. Wahyu Nugroho Balapan ARRC akan segera dimulai di Sepang, saya berharap musim ini bisa improve dibandingkan tahun lalu. Saya ingin ada peningkatan pencapaian sampai memenangi race di Sepang. Support tim dan performa motor menjadi faktor penting membantu saya agar mendapatkan result optimal pada tiap seri. M Faerozi Saya selalu suka race di Sepang karena sangat familiar dan punya memori manis podium di sirkuit itu. Kali ini saya harap bisa terulang kembali sebagai tanda positif yang menjanjikan untuk memulai musim ini. Saya pun tengah berada dalam kondisi terbaik dan tak sabar buat balapan. Candra Hermawan Balapan di Sepang terasa spesial karena tahun lalu di full musim pertama saya, hasilnya mampu menjuarai race di sana. Tentunya jadi motivasi tambahan makin percaya diri bisa memperoleh kemenangan lagi. Semoga langkah awal di Sepang memberikan kesuksesan dalam perjalanan musim ini. Muhammad Fadhil Musyavi Seri Sepang tahun lalu tak terlupakan, rasanya senang sekali saya bisa naik podium 3. Supaya bisa mendapatkan podium lagi, saya akan berupaya semaksimal mungkin dan mudah-mudahan tidak ada kendala saat balapan. Result yang optimal akan sangat berarti untuk menatap seri-seri berikutnya di tahun ini. Baca Juga: Perolehan Positif Yamaha Racing Indonesia, Tuai Perubahan Signifikan di ARRC 2025 Jangan ketinggalan, saksikan siaran live Asia Road Racing Championship di YouTube  @AsiaRoadRacingChampionship Jadwal Seri 1 ARRC, Sepang Malaysia Jumat 10 April AP250 Practice 1 : 08:10 – 08:40 WIB Practice 2 : 10:50 – 11:20 WIB Practice 3 : 14:30 – 15:00 WIB SS600 Practice 1 : 08:50 – 09:20 WIB Practice 2 : 11:30 – 12:00 WIB Practice 3 : 15:10 – 15:40 WIB Sabtu 11 April AP250 Kualifikasi : 08:30 – 09:00 WIB Race 1 : 13:10 WIB SS600 Kualifikasi : 09:10 – 09:40 WIB Race 1 : 14:00 WIB Minggu 12 April AP250 Race 2 : 13:10 WIB SS600 Race 2 : 14:00 WIB      

YECVT: Saat Yamaha NMAX Turbo Mendefinisikan Ulang Pengalaman Berkendara Motor Matic 155cc

Selama lebih dari dua dekade, cara kerja motor matic tidak banyak berubah. CVT konvensional mengandalkan komponen mekanis yang bergerak mengikuti putaran mesin, semakin tinggi putaran, semakin komponen itu bergerak dan mengubah rasio transmisi secara otomatis. Sistem ini terbukti andal, tapi punya satu keterbatasan mendasar: respons tenaga ditentukan oleh putaran mesin, bukan oleh kebutuhan pengendara. Yamaha NMAX Turbo mengubah logika itu sepenuhnya dengan YECVT, Yamaha Electric CVT.   Apa yang Membuat YECVT Berbeda? CVT konvensional bekerja secara mekanis murni. Rasio transmisi berubah mengikuti hukum fisika, tidak bisa diprogram, tidak bisa disesuaikan, dan tidak bisa merespons preferensi pengendara. YECVT menggantikan mekanisme mekanis itu dengan aktuator elektrik yang dikontrol secara elektronik. Artinya, perpindahan rasio transmisi kini ditentukan oleh sinyal elektronik yang bisa dioptimalkan secara real-time sesuai kondisi berkendara. Ada tiga perubahan yang langsung dirasakan pengendara: Respons yang lebih spontan. CVT konvensional punya jeda antara bukaan gas dan respons tenaga. Fenomena yang sering disebut rubber band effect. YECVT menghilangkan jeda itu. Karena aktuator elektrik bereaksi jauh lebih cepat dari mekanisme berbasis putaran mesin, tenaga tersalur hampir seketika begitu gas dibuka. Karakter berkendara yang bisa diatur. Dengan CVT konvensional, pengendara tidak punya pilihan. Satu karakter berkendara untuk semua situasi. YECVT memungkinkan motor tampil dengan dua karakter berbeda melalui T-Mode dan S-Mode, ditambah tiga level akselerasi tambahan lewat Y-Shift. Tingkat personalisasi seperti ini sebelumnya tidak ada di kelas matic 155cc. Efisiensi yang lebih terukur. Karena rasio transmisi dikontrol secara elektronik, YECVT dapat mengoptimalkan penyaluran tenaga agar mesin selalu bekerja di titik efisiensi terbaik, tidak ada tenaga yang terbuang karena respons yang terlambat atau berlebihan.   T-Mode, S-Mode, dan Y-Shift: Satu Teknologi, Tiga Fitur YECVT adalah fondasi yang memungkinkan tiga fitur berkendara NMAX Turbo bisa hadir dalam satu motor. T-Mode (Town Commuting) mengoptimalkan YECVT untuk efisiensi dan kenyamanan. Tenaga disalurkan dengan karakter yang halus dan progresif. Ideal untuk lalu lintas kota yang padat dan perjalanan harian di mana kenyamanan lebih diutamakan dari kecepatan respons. S-Mode (Sport Touring) mengubah karakteristik YECVT agar lebih agresif dan responsif. Putaran mesin dijaga di level lebih tinggi, memberikan tenaga yang lebih siap saat dibutuhkan. Cocok untuk perjalanan antarkota, menyalip kendaraan, atau saat pengendara menginginkan feel yang lebih sporty. Y-Shift adalah lapisan ketiga di atas dua mode tersebut. Fitur ini hanya bisa ada karena transmisi dikontrol secara elektronik. Dengan menekan tombol Y-Shift, pengendara mendapat tiga level respons tambahan (Low, Medium, High) yang bisa diaktifkan sesuai kebutuhan momen. Tidak ada motor matic 155cc lain di Indonesia yang menawarkan tingkat kendali seperti ini atas karakter transmisinya.   Mengapa Ini Penting untuk Konteks Indonesia? Indonesia punya salah satu kondisi lalu lintas paling beragam di dunia. Dari kemacetan kota besar hingga jalur pegunungan, dari jalan tol mulus hingga jalan desa yang tidak rata. Motor yang ideal untuk kondisi ini bukan motor dengan satu karakter berkendara yang dikompromikan untuk semua situasi. YECVT memungkinkan NMAX Turbo menjadi motor yang berbeda karakter di situasi yang berbeda. Bukan pengendara yang harus menyesuaikan diri dengan motor, tetapi motor yang menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengendara. Itulah pergeseran paradigma yang sesungguhnya di kategori matic 155cc.   YECVT dan Nilai Jangka Panjang Teknologi elektrik punya satu keunggulan struktural dibanding mekanis: lebih sedikit komponen yang bergerak secara fisik berarti lebih sedikit titik keausan. CVT konvensional memerlukan penggantian komponen secara berkala karena gesekan yang terjadi setiap kali motor digunakan. YECVT dengan aktuator elektriknya memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal pola perawatan jangka panjang. Bagi pemilik yang mempertimbangkan total biaya kepemilikan selain harga beli, ini adalah faktor lain dari YECVT yang layak diperhitungkan.   Baca juga artikel lainnya: Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman   Pertanyaan yang Sering Diajukan Apa itu YECVT dan apa bedanya dengan CVT biasa? YECVT atau Yamaha Electric CVT menggantikan mekanisme transmisi konvensional berbasis komponen mekanis dengan aktuator elektrik yang dikontrol secara elektronik. Hasilnya: respons tenaga lebih spontan, karakter berkendara bisa disesuaikan lewat mode berkendara, dan efisiensi penyaluran tenaga lebih terukur. Apakah YECVT hanya ada di Yamaha NMAX Turbo? Di kelas matic 155cc Indonesia, saat ini YECVT adalah teknologi eksklusif yang hanya dimiliki oleh Yamaha, NMAX Turbo dan Aerox Turbo. Selain Yamaha, tidak ada brand motor lain di segmen ini yang menggunakan sistem transmisi berbasis aktuator elektrik dengan kemampuan personalisasi setara. Apa hubungan antara YECVT dan Y-Shift? Y-Shift hanya bisa ada karena YECVT. Sistem transmisi elektrik memungkinkan pengendara mengontrol karakteristik respons transmisi secara real-time, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan pada CVT konvensional yang sepenuhnya mekanis. Apakah YECVT memengaruhi efisiensi bahan bakar? Ya. Karena rasio transmisi dikontrol secara elektronik dan dapat dioptimalkan sesuai mode berkendara, YECVT memungkinkan mesin bekerja di titik efisiensi terbaik sesuai situasi, terutama terasa saat menggunakan T-Mode untuk perjalanan harian di kota. Apakah ada perbedaan perawatan antara YECVT dan CVT konvensional? YECVT memiliki karakteristik perawatan yang berbeda karena menggantikan komponen mekanis yang rentan aus dengan aktuator elektrik. Untuk informasi perawatan yang spesifik, disarankan berkonsultasi langsung dengan mekanik di jaringan resmi bengkel Yamaha.   Dari Transmisi ke Filosofi Berkendara YECVT bukan sekadar pembaruan teknis pada sistem transmisi. Ini adalah pernyataan tentang ke mana arah pengembangan motor matic seharusnya berjalan. Pengembangan teknologi harusnya semakin memahami pengguna, bukan sekadar menggantikan komponen mekanis yang lebih murah. Yamaha NMAX Turbo adalah motor pertama di kelas 155cc Indonesia yang membuktikan bahwa filosofi itu bisa diwujudkan dalam produk yang nyata. Yang bisa dimiliki, dikendarai, dan dirasakan manfaatnya setiap hari. YECVT bukan gambaran masa depan motor matic 155cc. Ia sudah hadir sekarang.

Standar Baru Keamanan Berkendara: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Jadi Pilihan Matic 155cc Paling Aman

Sebelum membeli motor untuk perjalanan jauh, hampir semua orang menanyakan hal yang sama: seberapa aman motor ini kalau harus mengerem mendadak di jalan basah? Pertanyaan itu wajar. Jalan di Indonesia tidak bisa ditebak. Aspal kota yang licin setelah hujan, turunan panjang di jalur pegunungan, atau lalu lintas yang tiba-tiba berhenti. Dalam kondisi seperti itu, tenaga mesin bukan yang paling menentukan. Yang paling penting adalah apakah motor Anda bisa menjaga Anda tetap aman. Yamaha NMAX Turbo dirancang dengan pertanyaan itu sebagai titik berangkat.   Tiga Sistem yang Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-Sendiri Yang membedakan NMAX Turbo  dari motor matic 155 lain bukan sekadar daftar fitur keamanannya, melainkan bagaimana fitur-fitur itu bekerja bersama sebagai satu ekosistem yang terintegrasi. Dual Channel ABS, Traction Control System (TCS), dan Y-Shift tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi untuk melindungi pengendara di berbagai situasi perjalanan.   Dual Channel ABS: Lebih Penting dari yang Disadari Dual Channel ABS mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sistem ini mendeteksi potensi roda berhenti berputar, lalu secara otomatis mengatur tekanan rem agar motor tetap terkendali. Tapi ada hal yang sering luput dari perhatian: mengapa Dual Channel jauh lebih relevan dibanding Single Channel untuk kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia? Saat berboncengan, distribusi beban motor berubah cukup signifikan. Beban tambahan di belakang membuat roda belakang lebih rentan kehilangan traksi ketika pengereman dilakukan mendadak. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, yang biasanya roda depan. Dalam situasi berboncengan, itu saja terasa kurang cukup. Dual Channel ABS melindungi kedua roda sekaligus, menyesuaikan respons pengereman dengan distribusi beban yang sebenarnya terjadi saat itu. Bagi pengendara yang sering membonceng pasangan atau anggota keluarga, perbedaan ini punya konsekuensi yang nyata di jalan.   Traction Control System: Keamanan di Momen yang Paling Tidak Terduga Kalau ABS bekerja saat pengereman, TCS bekerja saat akselerasi, tepatnya di momen ketika roda belakang berpotensi kehilangan cengkeraman ke permukaan jalan. Momen seperti ini lebih sering terjadi dari yang disadari. Beberapa situasi paling umum di Indonesia: Start dari tanjakan setelah hujan. Permukaan basah, motor penuh penumpang, akselerasi dari nol. Kombinasi yang paling mudah membuat roda belakang selip. TCS mendeteksi kehilangan traksi dalam milidetik dan menyesuaikan tenaga yang disalurkan sebelum selip sempat terjadi. Melewati marka jalan atau rel kereta yang basah. Permukaan logam basah punya daya cengkeram yang jauh lebih rendah dari aspal. Pengendara sering tidak sempat menyadari perubahan permukaan ini. TCS memberikan lapisan perlindungan tepat di momen transisi seperti itu Akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Kombinasi permukaan tak rata dan akselerasi adalah kondisi yang paling sering memicu roda belakang kehilangan traksi. TCS memastikan tenaga yang tersalur tidak melampaui kemampuan ban untuk mencengkeram jalan. Semua itu terjadi secara otomatis, tanpa pengendara perlu melakukan apa-apa.   Y-Shift: Kendali Ada di Tangan Pengendara Y-Shift dikenal sebagai fitur yang menghadirkan tiga level akselerasi tambahan: Low, Medium, dan High. Tapi ada dimensi lain dari Y-Shift yang tidak kalah penting dari sisi keamanan: kemampuannya memberi pengendara kontrol aktif atas karakter motor di situasi yang membutuhkan perlambatan secara progresif. Bayangkan menuruni tanjakan panjang di jalur pegunungan, dan Anda perlu menjaga kecepatan tetap stabil tanpa terus-menerus menekan rem. Mengandalkan rem terlalu lama di turunan panjang berisiko membuat sistem pengereman overheat. Dengan mengaktifkan Y-Shift, pengendara mendapat respons deselerasi alami dari mesin yang membantu memperlambat motor secara halus. Mengurangi ketergantungan pada rem dan menjaga temperaturnya tetap dalam batas aman. Y-Shift bukan pengganti rem. Ini adalah instrumen tambahan yang menempatkan kendali lebih besar di tangan pengendara, karena pengendara yang aktif mengontrol motornya cenderung lebih siap menghadapi perubahan kondisi jalan yang datang tiba-tiba.   Aman, Tanpa Mengorbankan Kenyamanan Sistem keamanan yang baik adalah yang bekerja tanpa mengganggu pengalaman berkendara normal. Pada NMAX Turbo, ABS dan TCS dirancang bekerja secara otomatis. Pengendara tidak akan merasakannya kecuali dalam situasi yang benar-benar membutuhkan intervensi. Di kondisi jalan normal, motor terasa seperti motor matic premium pada umumnya: responsif, ringan, dan menyenangkan dikendarai. Perbedaannya baru terasa ketika kondisi berubah. Hujan turun tiba-tiba, Ketika ada material licin di tikungan, atau kendaraan di depan berhenti mendadak. Di sinilah semua fitur keamanan NMAX Turbo menunjukkan fungsi yang sesungguhnya. Bukan saat kondisi ideal, tapi justru saat kondisi tidak ideal.       Baca juga artikel lainnya: Mengapa Yamaha NMAX Turbo Layak Disebut Motor 155cc Paling Canggih di Indonesia?   Pertanyaan yang Sering Diajukan Mengapa Dual Channel ABS lebih penting bagi pengendara yang sering berboncengan? Saat berboncengan, distribusi tekanan ke kedua roda menjadi tidak merata. Single Channel ABS hanya melindungi satu roda, sedangkan Dual Channel menyesuaikan respons pengereman di kedua roda sesuai beban aktual. Memberikan stabilitas yang lebih baik saat pengereman mendadak dengan penumpang. Kapan TCS paling terasa manfaatnya? TCS paling relevan di situasi yang menggabungkan permukaan licin dengan akselerasi: start di tanjakan basah, melewati marka jalan atau rel kereta basah, dan akselerasi keluar tikungan di jalan tidak rata. Sistem ini bekerja otomatis tanpa intervensi pengendara. Bagaimana Y-Shift membantu keamanan, bukan sekadar performa? Y-Shift memberi pengendara kontrol aktif atas deselerasi motor. Di turunan panjang, ini membantu menjaga kecepatan secara progresif tanpa bergantung terlalu berat pada rem. Menjaga temperatur rem tetap aman dan memberi kendali lebih besar di kondisi yang berubah-ubah. Apakah TCS bisa dinonaktifkan? Bisa. Pengendara yang menginginkan kontrol penuh atas tenaga motor dapat menonaktifkan TCS sesuai kebutuhan. Fleksibel, tanpa mengorbankan fungsinya sebagai fitur keamanan standar. Apakah NMAX Turbo motor matic 155cc dengan fitur keamanan paling lengkap? Yamaha NMAX Turbo adalah satu-satunya motor matic 155cc di Indonesia yang menghadirkan Dual Channel ABS, Traction Control System, dan Y-Shift secara bersamaan dalam satu paket standar. Menjadikannya motor dengan fitur keamanan paling lengkap di kelasnya.   Keamanan Bukan Fitur Tambahan. Ini Fondasinya Yamaha NMAX Turbo tidak menjadikan keamanan sebagai pelengkap. Dual Channel ABS yang relevan untuk kondisi berboncengan, TCS yang aktif di momen paling tidak terduga, dan Y-Shift yang menempatkan kontrol di tangan pengendara. Ketiganya adalah bagian penting dari fitur kenyamana motor ini sejak awal dirancang. Bagi pengendara yang menggunakan motornya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa orang-orang yang mereka sayangi, Keamanan bukan kompromi. Dan di kelas matic 155cc, NMAX Turbo menetapkan standar baru tentang apa yang seharusnya ada dalam sebuah motor premium.
VIEW ALL
MORE